Mengenali Penyakit Epilepsi Disekitar Kita

Kenali Penyakit Epilepsi
X-PENYAKIT - Epilepsi, penyakit ini biasa juga disebut dengan ayan atau sawan. Meski sudah dikenal sejak dahulu namun masih ada anggapan yang keliru di masyarakat tentang penyakit satu ini. Tak jarang banyak dari anggota masyarakat yang menutup diri dari penyakit ini. Kasus epilepsi masih sangat tinggi dinegara berkembang, di Indonesia saja yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa diperkirakan sekitar 8 juta orang menyandang epilepsi, sedangkan yang belum terdeteksi pun masih cukup banyak. Meskipun bukan penyakit mematikan tetapi banyak masalah pelik mengikuti para penyandang epilepsi. Mulai dari penyebab misterius, beban psikologis sampai ke pengobatan yang membutuhkan waktu lama.

Keluhan penyandang epilepsi ini baru secuil masalah masih banyak problematika lainnya yang dialami orang dengan epilepsi atau juga disebut dengan istilah OD. Lalu mengapa epilepsi harus menjadi perhatian kita semua? Apa sajakah stigma negatif yang harus dihilangkan dan diluruskan dari pada penderita OD? Simak penjelasannya berikut ini.

Epelipsi atau ayan adalah kelainan saraf terbanyak kedua didunia setelah stroke. Penyakit yang menjakiti kurang lebih 50 juta manusia didunia. Kelainan ini ditandai dengan kekejangan atau seizure yang terjadi secara berulang tanpa pemicu. Nama epilepsi berasal dari istilah Yunani Epilepsia yang berarti dirampas atau direbut. Sejak ribuan tahun yang lalu orang-orang babilonia dan romawi kuno mempercayai bahwa kejang terjadi karena masuknya setan atau roh kedalam tubuh seseorang dan dapat menular bila menyentuhnya, sehingga mereka akan meludah untuk menyingkirkan setan tersebut.

Pada zaman Renaissance orang mulai berpikir bahwa mereka yang mempunyai epilepsi dapat menjadi Nabi, hal ini karena mereka mampu melihat masa lalu, saat ini dan masa mendatang. Adapula yang menganggap orang dengan epilepsi adalah orang yang sangat cerdas karena beberapa orang di kaisaran romawi menderita epilepsi, salah satunya adalah Julio Ceasar. Selain Julio Ceasar ada juga tokoh dunia yang mempunyai epilepsi antara lain Jendral Besar Pemimpin Bangsa Perancis Napoleon Bonaparte bahkan penemu hukum gravitasi Isaac Newton dan pegagas hadiah nobel Alfred Nobel yang juga disebut menderita epilepsi.

Pada tahun 400 SM Hippocrates menulis buku pertamanya tentang epilepsi dan membantah bahwa epilepsi adalah sebuah kutukan atau kekuatan kenabian. Hippocrates mengatakan bahwa epilepsi adalah gangguan otak, diakui pula bahwa kejang dapat mengubah kesadaran, sensasi dan perilaku. Pada tahun 1929 seorang psikiater Jerman bernama Hans Berger menemukan bahwa arus listrik pada otak dapat direkam dengan alat tanpa harus membuka tengkorak. Arus listrik yang dihasilkan oleh otak dapat digambarkan secara grafis diatas kertas. Alat inilah yang saat ini dikenal dengan alat Elektroensefalogram atau disingkat EEG.

EEG biasanya dipakai untuk mendeteksi adanya cetusan listrik dalam otak. Jadi orang-orang yang sudah punya gejala-gejala epilepsi biasanya diperiksa dengan alat ini. Hasil pemeriksaan EEG ini digunakan untuk memastikan diagnosa dokter dari beberapa gejala yang dialami oleh orang dengan epilepsi.

Baca Juga:
Google Ads
 
About - Contact Us - Sitemap -
Back To Top